Field Trip Pantai Baron, GUNUNGKIDUL
Jikalau kita mau untuk membuka pikiran dan hati kita, bahwasannya setiap sudut ruang yang kita temui dalam kehidupan adalah sumber belajar bagi kita
Gunungkidul yang secara administratif terbagi menjadi 18 Kecamatan yang meliputi 114 Desa dan 1.431 Padukuhan dengan ibukota kabupaten di Wonosari, jarak aksesibilitas dengan Kota Yogyakarta +- 40 km ke arah Tenggara ternyata memiliki potensi besar yang didukung dengan kondisi daerahnya seperti topografi, hidrologis, jenis tanah, iklim, flora dan fauna, geologi dan geografis. Salah satu potensi terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Gunungkidul diantaranya bidang kepariwisataan khususnya pantai yang merupakan salah satu daya tarik wisata berbasis alam. Menurut data potensi kebudayaan dan kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul tahun 2015, jumlah pantai yang ada di Gunungkidul adalah sebanyak 60 pantai yang tersebar ke dalam beberapa kecamatan diantaranya adalah kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus dan Girisubo. Dari 60 pantai tersebut ada beberapa pantai yang sudah dikelola oleh Pemerintah Daerah diantaranya yaitu Pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran, Pantai Nguyahan, Pantai Kukup (termasuk pantai Sepanjang dan Pantai Watukodok), Pantai Ndrini, Pantai Krakal, Pantai Sundak (termasuk Pantai Pulangsawal dan sekitarnya), Pantai Siung, Pantai Wediombo, dan Pantai Sadeng serta sisanya masih dalam tahap pengembangan.
Nah, itu adalah foto saya waktu di Pantai Baron dalam rangka menyebar kuisioner "mini research" guna memenuhi tugas Praktikum Statistika Induktif. Dan taukah, ternyata Pantai Baron ini merupakan pintu gerbang masuk kawasan wisata pantai. Pantai ini dikelilingi oleh bukit kapur yang diatasnya terdapat jalan setapak menuju ke Pantai Kukup. Sambil menikmati bentangan laut luas, ternyata disebelah Barat terdapat muara air sungai bawah tanah (air tawar), selain itu terdapat banyak pedagang ikan laut segar maupun siap saji (soup Ikan Kakap), juga buah-buahan khas daerah.
Dikarenakan beberapa waktu lalu sempat ada yang terseret ombak dan kondisi ombak waktu itu sedang pasang naik, maka saya pun mencari-cari responden yang mau dan bisa menyempatkan diri untuk mengisi beberapa pertanyaan karena pada waktu hari H dapat dikatakan sepi pengunjung mungkin karena saya datang bukan pada waktu weekend. Penelitian dengan mengggunakan data primer ternyata susah juga. Tapi yang jelas, apapun itu nikmatilah setiap proses yang ada di dalamnya, karena bisa jadi berawal dari hal yang seperti inilah engkau akan menemukan apa yang engkau cintai, research. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar