Source picture : http://www.ummi-online.com
“Visi” adalah sesuatu yang membuat orang semakin jelas dan terarah terhadap apa yang ingin ia perjuangkan dimasa depannya. Begitu juga dengan visi orang tua terhadap anak-anaknya yang Allah amanahkan terhadapnya. Orang tua perlu menyusun sebuah visi yang mampu memprediksikan masa depan seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anaknya. Seperti halnya dengan mimpi yang seringkali kita golongkan kedalam dua kategori yaitu “mimpi idealis” dan “mimpi realistis” maka masa depan dalam mendidik anak pun juga dibedakan menjadi dua yaitu masa depan akhirat dan masa depan dunia.Khusus untuk masa depan dunia, orang tua yang hebat tentu menginginkan anak-anaknya menjadi “Qurrota Ayyun” sang mutiara kebanggaan yang hebat pula. Maka, untuk menjadikannya hebat perlu sebuah didikan yang luar biasa dengan bekal ilmu yang luar biasa pula. Kenapa harus berbekal ilmu yang luar biasa? Karena orang tua yang hebat akan paham betul bahwa sang mujahid dan mujahidah-nya tak cukup hanya diberikan bekal pendidikan yang ia ( red orang tua) peroleh dari keluarga maupun sekolahnya dulu. Why ? “Kurang Menjawab Persoalan” . Satu hal yang pasti bahwa tantangan yang dihadapi oleh sang mujahid dan mujahidah itu adalah tantangan yang jauh berbeda dengan apa yang dihadapi orangtuanya. Benar bahwasannya sebuah pesan yang disampaikan oleh Ummar bin Khattab :“Didiklah anakmu. Sebab ia diciptakan untuk suatu zaman yang tidak sama dengan zamanmu”Ketika sebuah visi itu telah digoreskan untuk mimpi yang tersirat diatas kertas masa depan, maka tugas orang tua selanjutnya adalah mensugestikan apa-apa yang telah ia visikan agar sang mujahid dan mujahidah-nya menginternalisasikan hingga menjadikannya bagain dari identitas dirinya. Dan teruntuk para calon orang tua yang siap bertanggungjawab atas hidup dan kehidupan sang mujahid dan mujahidah kelak, yuk mulai dari sekarang kita persiapkan visi-visi mulia itu, kita desain karakter dan masa depan anak-anak kita kelak karena kalau gagal mempersiapkan anak-anak kita sama halnya dengan mempersiapkan kegagalan masa depannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar